Puskesmas Ini Coreng Program Kesehatan Gratis Di Gowa



GOWA - Kejadian yang tidak mengenakkan terjadi pada ibu EL (insial) yang beralamat di Komp.Hasanuddin saat membawa anaknya ke Puskesmas SombaOpu Kabupaten Gowa untuk berobat, namun sayang setibanya di puskesmas ibu EL malah tidak dilayani, sabtu (17/6/2017). 

Petugas pelayanan bagian kartu AN (nama inisial) menolak melayani dengan alasan sudah menunjukkan jam 11.00 Wita yang juga dianggapnya berarti waktu pelayanan terhadap pasien sudah ditutup. Sementara dilain pihak, menurut ibu EL belum sampai jam 11.00 Wita, ia sudah berada di puskesmas itu. Petugas AN dan pegawai yang nampak berada di dalam ruang pelayanaan sendiri tetap ngotot menolak untuk melayani pasien. 

“Bagaimana mau memberikan pelayanan yang baik sama masyarakat, dalam tutur kata saja sdh tdk santun” jelas ibu EL. Ibu EL lanjut mengungkapkan, sebagai peserta BPJS Mandiri merasa sangat dirugikan dari pelayanan puskesmas somba opu kabupaten Gowa ini. Bagaimana tidak, saat ibu EL membawa anaknya untuk berobat dan hendak mengambil kartu antrian, petugas bagian kartu menolak memberikan kartu antrian dengan alasan pelayanan sudah tutup pada jam 11.00 Wita dan sudah tidak melayani pada jam tersebut.

 Sesaat setelah petugas pelayanan kartu mengatakan hal tersebut, ibu EL kemudian mencoba menerangkan kalau saat itu belum jam 11.00 Wita. Namun petugas bagian pelayanan kartu dengan kompak tetap menolak untuk melayani. Sungguh sangat disayangkan, Puskesmas sebagai ujung tombak pelayan kesehatan terhadap masyarakat tidak bisa mengiplementasikan rasa kenyamanan, pelayanan dan santun terhadap masyarakat yang mau hendak berobat. Bangunan Puskesmas SombaOpu yang megah nampak tidak semegah pelayanannya kepada masyarakat. Padahal dari pantauan LiputanUTAMA.com, hanya satu ibu yang membawa anaknya berobat pada waktu itu, namun tidak dilayani hanya dengan alasan sudah lewat jam 11.00 Wita. Hal ini tentu terkesan sungguh ironi. Waktu dijadikan soal untuk melayani masyarakat dan tidak mengacu pada prinsip kemanusian. Masyarakat yang datang ke puskesmas tentulah orang sakit yang butuh pelayanan kesehatan dari dokter. Namun malah harus menunda keinginannya untuk berobat. Sementara itu, kepala puskesmas saat hendak dikonfirmasi terkait persoalan ini, beliau tidak berada di tempat, meskipun nampak di atas meja kepala puskesmas itu terlihat tas yang seolah menandakan pemilik meja tersebut masih di lokasi puskesmas.

 Ketidak nyamanan pada puskesmas ini tidak berhenti disitu, saat semua petugas yang coba dikonfirmasi terkait keberadaan kepala puskesmas, semua menjawab tidak tahu, entah kemana kepala puskesmasnya. Dengan kata lain, petugas yang ada dipuskesmas ini menjelaskan bahwa kepala puskesmas tidak berada ditempat sebelum pukul 11.00 wita dan tidak diketahui keberadaannya. “pelayanan terbaik adalah komitmen kami” motto ini nampaknya kini menjadi tanda tanya di puskesmas SombaOpu ini. Karena situasi dan pelayanan petugas puskesamas ini tidak mencerminkan motto tersebut. “Hapus semua itu motto dan kata-kata bijakmu didinding, karena tidak seperti itu kenyataannya pelayannmu. Sangat buruk dan tidak ada smua Zero” ungkap ibu EL dengan nada kesalnya. Dari kejadian ini ibu EL berharap agar mutu pelayanan kepada masyarakat baik ditingkat puskesmas baiknya juga butuh di reformasi. Tutur kata dan karakter harus diperbaiki sebagai petugas yang tiap saat berkomunikasi dengan masyarakat. Tidak lama berselang Setelah keributan kecil ini, nampak di puskesmas SombaOpu langsung membuka kembali pelayanannya terhadap masyarakat untuk berobat, meskipun menunjukkan sudah hampir jam 12.00 Wita.

   | Sumber : LiputanUtama.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Benteng Sanrobone , Pertahanan paling selatan kerajaan Gowa

Anggaran Dasar Gowa Project (ADGP)