Karaeng Pattingalloang , Cendikiawan cerdas dari kerajaan Gowa
I Mangadacina Daeng Sitaba Sultan Mahmud Karaeng Pattingalloang merupakan Mangkubumi Kerajaan Gowa (1639-1654) mendampingi Sultan Malikussaid, yang memerintah tahun 1639-1653. Menggantikan ayahandanya Karaeng Matoaya. Pada saat ia menjabat sebagai Mangkubumi, Gowa telah menjadi sebuah kerajaan terkenal yang mengundang perhatian negeri-negeri lainnya
Karaeng Pattingalloang Juga Dikenal Dengan Kepiawaiannya Menguasai Beberapa Bahasa antara lain bahasa Portugis, Spanyol, Latin, Inggris, Perancis, Belanda dan Arab
Salah satu pesan bijak karaeng pattingalloang yg bgitu tersohor adalah mengenai 5 penyebab runtuhnya suatu negri /Pemerintahan :
1.Punna taenamo naero nipakainga' Karaeng Manggauka (Apabila Kepala Negara/Pemerintahan tidak mau dinasehati)
2.Punna taenamo tumangngasseng ri lalang Pa'rasangangnga (Apabila tidak ada lagi Cendekiawan/Intelektual di dalam negeri)
3.Punna majai gau lompo ri lalang Pa'rasanganga (Apabila sudah terlampau banyak kasus besar dalam negeri)
4.Punna angngallengasengmi soso' Pabbicarayya (Apabila banyak hakim dan pejabat negara/pemerintahan suka makan sogok)
5.Punna taenamo nakamaseyangngi atanna Manggauka. (Apabila Kepala Negara tidak lagi menyayangi rakyatnya) .

Komentar
Posting Komentar